Wael Abbas dengan blog miliknya, diakui sebagai wartawan dan media yang telah membawa perubahan oleh Pusat Wartawan Internasional (ICJ), ketika arus besar media resmi hanya bungkam dan dimonopoli oleh pihak-pihak tertentu. Lembaga itu memberikan penghargaan kepada Wael dan mengakui blog sebagai produk jurnalistik.

Oleh Rusdi Mathari

INI kabar gembira bagi pemilik dan pengguna blog. Pada 13 November lalu, keberadaan blog telah diakui oleh Pusat Wartawan Internasional (ICJ) sebagai bagian dari produk jurnalistik, seperti halnya koran, majalah, jurnal, televisi dan radio. Pengakuan itu ditandai dengan pemberian Knight International Journalism Award kepada Wael Abbas, blogger asal Mesir berkat usahanya memberitakan banyak persoalan negaranya kepada publik melalui blog dengan standar jurnalistik.

Wael menggunakan blog sejak 2004. Dalam artikel di Washington Post 27 Mei 2007, dia menulis, perkenalannya dengan media blog dimulai pada akhir 2004, atau beberapa bulan sebelum pemilu Mesir pada 2005. Situasi Mesir menjelang pemilu, menurut Wael, banyak diwarnai dengan aksi protes dan demonstrasi di jalan-jalan yang menghendaki Mubarak tidak kembali berkuasa. Kebosanan dikungkung oleh pemerintah yang represif salama 25 tahun, menyebabkan para aktivis demokrasi Mesir menghendaki ada perubahan kehidupan politik, sosial dan ekonomi di negara mereka. Mubarak menghadapi aksi protes tersebut dengan penangkapan, pemukulan, dan sebagainya. Sayangnya menurut Wael tak ada media Mesir dari arus utama media seperti koran, majalah, radio dan televisi yang memberitakan gelombang protes tersebut.

Wael dan beberapa blogger Mesir yang lain kemudian memutuskan untuk mengambil peran dari arus media utama di Mesir, yang ketakutan. Wael berpendapat, adalah hak setiap orang untuk tahu dan peran untuk memberitakan bisa dilakukan siapa saja. Dengan kamera video dan kamera foto, Wael lantas mengambil gambar aksi-aksi protes dari akrivis Mesir. Gambar-gambar itulah yang dia pajang di internet melalui blog miliknya. ”Anda mungkin bisa memanipulasi tulisan, tapi foto dan rekaman video bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi,” kata Wael.

Dalam waktu singkat hasil rekaman foto dan video Wael yang dipublikasikan melalui blog miliknya, mendapat banyak respon dari pihak oposisi dan terurama dari arus besar media massa Mesir. Mereka media massa itu, menggunakan rekaman foto dan video Wael di halaman-halaman depan media tanpa harus menanggung risiko, termasuk risiko harus membayar karena media massa Mesir sama sekali tak mencantumkan nama Wael sebagai kredit foto dan video yang telah dimuat.

Blog Wael berhasil memikat puluhan ribu pengakses, beberapa bulan setelah itu. Jumlah pengakses blog miliknya, rata-rata mencapai 30 ribu pengunjung untuk setiap bulan. Menjelang pemilu berlangsung pada Mei 2005, situasi dan kondisi Mesir semakin dramatis. Aksi dan protes semakin meluas. Kaum sosialis, kaum liberal, kaum Islam ortodok, bersatu padu turun ke jalan dan menyerukan boikot atas pemilu karena dipastikan akan berlangsung tidak demokratis dan akan kembali dimenangkan oleh Mubarak. Aparat keamanan mulai menangkapi sejumlah orang, merusak properi kaum oposisi, dan sebagainya. Melalui Partai Demokrasi Nasional (NDP), Mubarak membayar sejumlah orang untuk melawan aksi dan gelombang protes tersebut. “Saya dapat mengambil gambar dari apa yang sedang berlangsung,” kata Wael.

Wael juga berhasil mewawancarai seorang yang dibayar untuk melawan para demonstran. Kepada Wael, orang itu mengaku diangkut dengan bus dari daerah kumuh di pinggiran Kairo untuk melawan orang-orang yang melakukan unjuk rasa menentang Mubarak. Semua hasil rekaman video dan foto, dan juga hasil wawancara yang dilakukan Wael dengan seorang demonstran bayaran itu, dimuat di blog Wael. Reaksinya sungguh di luar dugaan: blog Wael diakses oleh setengah juta pengunjung hanya dalam dua hari.

Namun berita di blog Wael terlalu “tak berarti” untuk bisa mempengaruhi hasil pemilu 2005 di Mesir dibanding rekayasa yang dilakukan oleh rezim Mubarak. Presiden yang menggantikan Anwar Sadat sejak 1981 itu, pada pemilu 2005 kembali menjadi Presiden Mesir. Tak lalu tak ada artinya.

Wael bersama para pemilik dan pengguna blog yang di Mesir terus memberitakan apa yang terjadi di Mesir. Dia kemudian mendapat beasiswa dari Freedom House untuk belajar di Amerika Serikat selama dua tahun. Ketika kembali ke Mesir pada awal 2007, dia meminta penguasa Mesir untuk melepaskan tahanan-tahanan politik karena gonjang-ganjing pemilu 2005 termasuk beberapa orang pemilik dan pengguna blog.

Berkat semua usaha Wael itulah, ICJ pada 12 November silam akhirnya memutuskan untuk memberikan penghargaan Knight International Journalism Award kepada Wael. Penghargaan itu diberikan setiap tahun kepada individual wartawan yang dianggap memiliki andil dalam perkembangan media di setiap negara. Wael dengan blog miliknya, diakui sebagai wartawan dan media yang telah membawa perubahan, ketika arus besar media resmi hanya bungkam dan dimonopoli oleh pihak-pihak tertentu. Wael menerima penghargaan itu pada acara makan malam di pusat komersil internasional Ronald Reagan, di Washington pada 13 November 2003. Bersama dia, juga ada May Thingyan Hein dari Burma yang mendapat penghargaan Knight Award berkat ketekunannya memberikan informasi tentang flu burung dan HIV/AIDS.

Inilah blog Wael El-wai El Masr( Egyptian consciousness) http://misrdigital.blogspirit.com.

Iklan