Kevin Rudd akhirnya benar-benar memenangkan Pemilu Australia 2007 dengan perolehan suara jauh di atas perolehan suara pesaingnya Joh Howard. Rudd mengantongi 53 persen suara sementara Howard hanya 46 persen. Keangkuhan Howard tentang perang Irak dan keenggannya meratifikasi Protokol Kyoto tak lagi diminati publik Australia.

Oleh Rusdi Mathari

JOHN Howard akhirnya harus mengangkat handuk putih. Perhitungan suara sementara dari Komisi Pemilu Australia menunjukkan dari 70 persen suara yang sudah masuk, Partai Liberal yang dipimpin Howard hanya mengantongi 46,7 persen sementara Kevin Rudd lawan politiknya dari Partai Buruh memperoleh 53 persen. Perhitungan suara hingga Sabtu (27 November 2007) tengah malam waktu Australia masih terus dilakukan namun diperkirakan hasil akhirnya tidak akan banyak mempengaruhi hasil sementara.

Dalam keterangannya yang dikutip kantor berita BBC London, Howard mengatakan dia bertanggungjawab penuh atas kampanye pemilihan partainya, Partai Liberal dan karenanya bertanggungjawab penuh atas kekalahan partainya. Berdasarkan hasil perolehan suara itu, menurut Julia Gillard Wakil Ketua Partai Buruh, pihaknya akan membentuk pemerintahan menggantikan pemerintah Howard.

Kemenangan Rudd atas Howard sebenarnya sudah diperkirakan banyak orang. Jajak pendapat yang dilakukan beberapa media dan lembaga polling di Australia, menunjukkan bahwa Howard akan tersingkir dalam pemilu tahun ini. Dalam perhitungan cepat yang dilakukan jaringan kantor berita Australia ABC beberapa jam setelah pencoblosan dilakukan juga memperlihatkan keunggulan Rudd dibanding Howard.

Kampanye Howard yang menekankan pada keberhasilan pemerintahnya dalam mengatur perekonomian negara rupanya tidak mampu menarik minat para pemilih. Para pemilih sebaliknya banyak yang mempertanyakan kebijakan luar negeri Howard yang dinilai angkuh terutama dalam soal pengiriman tentara ke Irak dan Afghanistan dan keengganannya meratifikasi Protokol Kyoto. Howard juga dinilai tidak mandiri karena cenderung mengekor kepada kebijakan Presiden Amerika Serikat George W.Bush.

“Australia hari ini mulai menatap masa depan,” kata Rudd seperti dikutip kantor berita Associated Press.

Iklan