Meski hasil perhitungan suara resmi baru akan diumumkan awal minggu ini dan diperkirakan akan sangat ketat, pemimpin oposisi Australia Kevin Rudd untuk sementara unggul dibanding PM John Howard. Rakyat Australia menurut Rudd, memang membutuhkan kepemimpinan yang baru.

Oleh Rusdi Mathari

PEMILU Australia yang dimulai hari ini (Sabtu 24 November 2007) tampaknya akan menghasilkan kepemimpinan baru. Hingga pukul 2 siang WIB, Kevin Rudd dari Partai Buruh disebut-sebut telah berpeluang memimpin perolehan suara dari lawan politiknya PM Johh Howard dari Partai Liberal.

Hasil sementara perolehan suara yang disiarkan oleh jaringan kantor berita ABC menunjukkan Partai Buruh telah memperoleh 40,3% suara, sementara Partai Liberal 36,7% suara. Sisanya diperebutkan oleh Partai Hijau, Partai Nasional dan beberapa partai kecil. Perolehan suara yang disiarkan oleh ABC itu terus berubah setiap beberapa detik, mengikuti hasil perhitungan suara yang masih terus berlangsung.

Kemenangan sementara Rudd, sebelumnya sudah diperhitungkan banyak orang. Paling tidak beberapa poll pendapat di Australia telah mengindakasikan bahwa Rudd akan mengalahkan Howard. Jika kelak Rudd benar-benar memenangkan Pemilu Australia maka hasil pemilu itu akan menjadi kekalahan yang paling telak bagi karir Howard.

Howard adalah PM Australia yang dikenal paling mencolok mendukung semua kebijakan Presiden Amerika Serikat George W. Bush. Perang melawan terorisme yang dikampanyekan oleh Bush telah disokong penuh oleh Howard dengan mengirimkan pasukan Australia ke Iraq dan Afghanistan. Jumlah pasukan Australia yang dikirim oleh Howard ke Irak dan Afghanistan merupakan pasukan terbanyak kedua setelah pasukan Amerika.

Akibat kebijakan politik yang ekspansif, kedua pemimpin negara itu kini sedang menghadapi tekanan politik di dalam negeri mereka masing-masing. Bush dipersalahkan akibat banyaknya informasi yang menyesatkan yang dijadikan alasan penyerangan terhadap Irak dan Afghanistan dan banyaknya tentara Amerika yang tewas selama kurun waktu 4 tahun terakhir. Hal yang sama juga dialami oleh Howard. Tahun depan Bush juga dipastikan tak akan memimpin Amerika Serikat.

Dalam kampanye selama enam minggu, Howard mengatakan tetap akan mempertahankan tentara Australia di Irak dan Afghanistan. Sementara Rudd mengatakan akan memulangkan sekitar 550 tentara Australia dari Irak dan Afghanistan dan sisanya akan ditempatkan sebagai pasukan pengamanan sebelum juga ditarik secara bertahap. Howard juga mengatakan tetap tidak akan mendukung perundingan Protokol Kyoto tentang pemanasan global. Sementara Rudd berjanji untuk meratifikasi Protokol Kyoto.

Pemilu Australia kali ini melibatkan 13,5 juta pemilih dari 21 juta penduduk Australia. Untuk memenangkan pemilu Rudd hanya membutuhkan 16 kursi tambahan untuk menguasai kursi di parlemen yang berjumlah 150 kursi. Dalam pemungutan suara tadi pagi (waktu setempat), Howard dan para pendukungnya melakukan pencoblosan di sebuah sekolah di Bennelong di pinggiran Sydney.

Meski hasil perhitungan suara resmi baru akan diumumkan awal minggu ini dan diperkirakan akan sangat ketat, tapi menurut Rudd, “Negara (Australia) ini sedang menangis karena membutuhkan kepemimpinan yang baru.”

Iklan