Ahmad Albar sejak lama sudah jadi target operasi polisi. Perpecahan God Bless yang kemudian berakibat tak selesainya album baru grup rock itu disebut-sebut juga akibat perilaku Albar yang terjerat narkoba.

oleh Rusdi Mathari
TIDAK tekejut. Itulah reaksi Jockie Soeryoprayogo mendengar Ahmad Albar ditangkap karena kasus narkoba. Eks pemain keyboard grup rock God Blees itu sudah menduga Albar akan mengalami nasib yang sama seperti yang dialami Roy Marten dan Fariz RM. “Saya sudah menyangka,” kata Jockie dalam perbincangan telepon dengan saya, Rabu siang (28 November 2007).

Albar, penyanyi rock berusia 61 tahun, Selasa sore 27 November 2007 ditangkap polisi, di rumahnya di Cinere, Depok. Diberitakan oleh Antara, Albar diduga terlibat kasus penemuan 490 ribu butir ekstasi di apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat, seminggu sebelumnya. Dalam operasi itu polisi menangkap lima tersangka termasuk dua warga negara Malaysia. Sementara tiga warga negara Malaysia yang lain dinyatakan buron.

Salah satu tersangka yang buron kemudian diketahui menginap di rumah Albar di Cinere. Dia adalah Jenny Chandra, istri dari Monas salah satu tersangka yang ditangkap di Apartemen Taman Anggrek. Penangkapan terhadap Albar dilakukan polisi karena sang rocker tidak melaporkan kepada polisi rumahnya dijadikan tempat menginap buronan narkoba. Tapi keterlibatan Albar dalam jaringan ekstasi internasional yang melibatkan beberapa warga negara Malaysia juga sedang diselidiki.

Sebagai sahabat, Jockie sebenarnya mengenal Albar sebagai sosok yang santun, sederhana, dan ramah. Di zaman-zaman keemasan God Bless di era 70-an hingga awal 90-an Albar justru sama sekali tak pernah mencicipi narkoba. Sebaliknya adalah Jockie. “Waktu itu saya yang menjadi junkies,” kata Jockie

Perubahan sikap dan gaya Albar yang berubah diketahui Jockie pada saat God Bless sedang mempesiapkan album baru pada 2004. Bertahun-tahun tidak bertemu, Jockie melihat dan menilai Albar pada tahun itu bukan Albar yang dia kenal dulu. “Saya tahu persis bagaimana junkies,” kata Jockie. Junkies adalah sebutan Jockie bagi pencandu narkoba.

Perubahan sikap itu antara lain ditunjukan Albar dengan sering tak menepati waktu untuk rekaman. Ketika itu, dari 10 lagu yang dipersiapkan, semua unsur musik sudah selesai direkam di studio milik Jockie di Serpong. Yang belum hanya rekaman vokal dari Albar.

Sewaktu diminta datang ke studio, Albar juga tidak datang. Kalau pun datang, dia sudah tidak sanggup melakukan rekaman karena kondisinya yang berada dalam pengaruh narkoba. Waktu itu “Cak Ian kemudian meminta saya untuk menegur dia,” kata Jockie. Cak Ian yang dimaksud Jockie adalah Ian Antono, gitaris God Bless.

Namun reaksi Albar di luar dugaan Jockie dan Ian. Dia bukan saja tak selesai melakukan rekaman vokal hingga album baru God Bless tidak rampung hingga sekarang, namun juga melakukan atau bersikap seperti orang paranoid. Jockie tak bersedia menjelaskan sikap dan perlakuan Albar saat itu. Dia hanya menyebut kejadian itu sebagai “keributan besar” yang membuat dia harus keluar dari God Bless. “Saksinya Cak Ian dan istrinya, dan juga istri saya,” kata Jockie.

Jauh sebelumnya, sempat ada komitmen dari Albar kepada Jokcie tentang kebiasaannya menggunakan narkoba. Jockie menegur Albar bahwa rekaman tak akan jalan sesuai jadwal jika Albar tidak bisa mengatur waktu untuk rekaman. Albar lantas berjanji akan menepati jadwal rekaman yang sudah ditentukan oleh teman-temannya di God Bless. Dia juga mengaku menggunakan narkoba hanya sebagai untuk pergaulan dan bukan untuk apa-apa.

Jockie mengaku sudah tahu sejak lama kalau Albar menjadi target operasi polisi sejak lama. Nama Albar bersanding dengan deretan artis-artis lain yang juga menjadi target operasi. Setiap bulan nama vokalis God Bless itu terpampang di papan target operasi di Polda Metro Jaya kemudian hilang, muncul lagi, hilang dan muncul. “Seperti sampean saya juga tidak akan berharap Albar terlibat sindikat narkoba,” kata Jockie menutup pembicaraan telepon.

“…Dunia huru hara menantiku di sana..dunia yang penuh dengan orang-orang bertahak dan berbuat dosa…”(Dunia Hura Hara God Bless)

Iklan