Program nuklir Iran yang diributkan oleh Presiden Amerika Serikat George W Bush sebenarnya sudah berhenti sejak empat tahun lalu, dan hingga sekarang belum ada kelanjutannya. Informasi terbaru itu diungkapkan oleh The National Intelligence Estimate, induk dari lembaga intelejen Amerika Serikat. Seperti biasa, Bush membantah.

Oleh Rusdi Mathari

LAPORAN intelejen yang dikeluarkan Senin (3 Desember 2007) tentu saja akan mengikis usaha Presiden Amerika Serikat, George W. Bush untuk meyakinkan banyak negara agar menjatuhkan sanksi terhadap Iran. Bush sejauh ini berusaha meyakinkan kekuatan-kekuatan dunia lain agar menyetujui paket ketiga dari sanksi yang dijatuhkan PBB terhadap Iran agar negara itu menghentikan semua kegiatan-kegiatan produksi uranium.

Estimasi Intelejen Nasional (NIE) menurut The Sunday Times merupakan induk dari 16 agen rahasia yang dimiliki oleh Amerika Serikat. Dalam laporannya NIE menyatakan bahwa Iran telah menghentikan program senjata nuklir mereka sejak tahun 2003 hingga sekarang. Temuan kunci NIE adalah bahwa “Keputusan Teheran untuk membatalkan program senjata nuklirnya menunnjukkan kurang seriusnya mereka dalam mengembangkan senjata nuklir, sebagaimana yang telah kita perkirakan sejak tahun 2005.”

Laporan NIE menyebutkan tujuan utama Iran dalam membangun persenjataan nuklir tidak jelas tapi keputusan Teheran lebih banyak “dikendalikan oleh pendekatan untung-rugi.” Dengan demikian program nuklir Iran bukan ditujukan untuk perlombaan senjata perang, terlepas dari dampaknya terhadap masalah politik, ekonomi dan militer. “Beberapa kombinasi ancaman berupa intensifikasi pengamatan serta tekanan internasional, sekaligus adanya peluang bagi Iran untuk memperoleh kembali situasi keamanan dan gengsinya di mata internasional maupun tujuan-tujuan mempengaruhi wilayah sekitarnya adalah mungkin ditempuh oleh Iran

Laporan terbaru dari NIE niscaya bertentangan dengan pernyataan pembantu-pembantu Bush sebelumnya bahwa Teheran bermaksud mengembangkan bom. Temuan NIE sekaligus menandai perbedaan yang tajam dibanding laporan intelejen dua tahun lalu yang menyebutkan bahwa Iran telah memutuskan untuk mengembangkan senjata nuklir. “Kita tidak tahu apakah Iran saat ini bermaksud mengembangkan senjata nuklir.”

Dengan retorikanya Bush dan wakilnya, Dick Cheney, berkali-kali telah menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir. Agustus silam, Bush memperingatkan dunia bahwa rencana Iran sekitar teknologi nuklir dapat mengarah kepada situsi holocaust, dan bahwa Amerika Serikat “akan menghadapi bahaya ini sebelum terlambat”. Pada bulan Oktober Bush dengan berapi-api berkata bahwa Iran dengan senjata nuklirnya dapat menggiring “kita” menuju perang dunia ke tiga. Badan Tenaga Atom Internasional juga melaporkan bahwa Iran telah mengoperasikan 3000 buah mesin-mesin pelanting bertenaga uraniumnya kendati tidak ada penjelasan apakah Iran bermaksud membangun senjata nuklir atau tidak.

Pergeseran laporan di kalangan para intelijen Amerika Serikat tentang Iran sebenarnya sudah muncul lima tahun ketika Bush terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat untuk kali kedua. Ketika itu laporan NIE yang cacat telah menyimpulkan secara gegabah bahwa Irak sedang membangun senjata penghancur masal. Laporan tersebut kemudian melicinkan jalan bagi invasi Amerika Serikat ke Irak di penghujung musin semi Maret 2003. “Tidak ada senjata nuklir, kimia maupun biologi yang ditemukan di Irak dan sejak itu badan-badan intelijen lebih berhati-hati dengan ambisi nuklir Iran,” demikian pejabat NIE seperti dikutip kantor berita Reuters(4 Desember 2004).

Namun para pembantu Bush menyangkal laporan NIE. Menurut mereka laporan itu dapat diartikan sebagai kegagalan serius badan intelijen meskipun mereka juga tidak dapat menjelaskan mengapa badan tersebut gagal mendeteksi dalam kurun waktu empat tahun, bahwa program senjata nuklir Iran

Tahun depan Bush akan kehilangan jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat. Dalam musim kampanye yang sudah berlangsung tahun ini, para pesaing Bush terutama dari Partai Demokrat telah menggunakan “kebohongan” Bush untuk merontokkan posisinya dan juga Partai Republik. Dan laporan terbaru NIE kemarin, akan menjadi kado tambahan untuk meyakinkan publik Amerika Serikat bahwa Bush adalah pembohong terbesar dalam sejarah kepresidenan negara itu

Iklan