Amerika Serikat adalah negara dengan tingkat kehamilan remaja tertinggi di dunia. Namun angka statistik yang terus naik setiap tahun membuat beberapa lembaga kesehatan mengkritik pemerintahan George W. Bush. Presiden Amerika itu dinilai salah mengalokasikan dana KB.

Oleh Rusdi Mathari

APES mulai hinggap pada George W. Bush. Setelah kebohongan demi kebohongan dari cara kerja pemerintahannya mulai terungkap, Presiden Amerika Serikat itu kini dipersalahkan karena meningkatnya jumlah kehamilan pada remaja Amerika. Program KB yang dibuat oleh Bush dinilai tidak efektif dan menghamburkan uang negara.

Cecile Richards, Presiden KB Amerika Serikat, mengungkapkan lebih dari US$ 1 miliar telah dihamburkan selama satu dekade untuk mendukung program KB. Namun uang sebanyak itu tidak mampu menekan angka kehamilan pada remaja dan tidak sanggup mengurangi berbagai penyakit kelamin. “Program itu tidak bekerja,” kata Richards (lihat Guadian, 7 Desember 2007).

Kajian terbaru dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) menunjukkan angka kehamilan pada remaja Amerika telah melonjak tajam selama 15 tahun terakhir. Tahun ini jumlah kehamilan pada remaja meningkat 3 persen dibanding tahun sebelumnya, meskipun angka mutlaknya tidak disebutkan— dan 435 ribu bayi telah dilahirkan dari wanita-wanita yang baru berusia 15 tahun hingga 19 tahun.

Sementara pada 2005 tingkat kehamilan pada remaja mencapai 40,5 kehamilan untuk setiap seribu remaja wanita. Angka statistik itu menurut CDS merupakan yang terbesar sejak 1991, di tengah gencarnya pendidikan kontrasepsi, penggunaan kondom, pencegahan AIDS dan penyakit kelamin. Secara persentase tingkat kehamilan pada remaja terutama terjadi pada perempuan Afro-Amerika. Pada kelompok ini, tingkat kelahiran telah meningkat 5 persen dengan rasio 63,7 kehamilan untuk setiap seribu remaja wanita.

Tidak lalu tingkat kehamilan pada remaja kulit putih berkurang. Jumlah remaja kulit putih yang hamil tahun ini dilaporkan telah meningkat sebesar 3 persen atau dengan rasio 26,6 kehamilan untuk setiap seribu remaja wanita kulit putih. Hal yang sama juga terjadi pada kelompok remaja Latin. Di kelompok ini terjadi peningkataan kehamilan remaja sebesar 2 persen pada tahun ini atau 83 kehamilan untuk seribu remaja wanita. Penurunan tingkat kehamilan, dalam catatan CDC hanya terjadi pada kelompok remaja Asia yang turun 2 persen sehingga menjadi 16,7 kehamilan pada setiap seribu remaja wanita.

Meningkatnya kehamilan pada remaja di Amerika, menurut CDC, karena program KB pemerintahan Bush tidak efektif bekerja. Program itu cenderung digunakan sebagai alat kepentingan politik dan penyebaran ideologi. Sebagian besar dari dana itu diketahui justru mengalir kepada organisasi Evangelis.

The Guttmacher Institute, lembaga yang menekuni masalah kebijakan kesehatan seksual— menyebutkan tiga dari remaja wanita Amerika tidak pernah menerima pendidikan tentang pembatasan kelahiran. “Peningkatan ini cukup besar dan telah menjadi perhatian, namun masyarakat harus menggandakan usaha mereka,” kata Bill Albert dari Koalisi Nasional Pencegahan Kehamilan Remaja.

Penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang kesehatan di kalangan remaja menunjukkan bahwa negara-negara maju memiliki remaja terbanyak yang aktif secara seksual (http://www.BBC.co.uk). Dan Amerika Serikat merupakan negara dengan tingkat kehamilan remaja tertinggi di dunia dengan 1 juta remaja wanita yang hamil setiap tahun. Sebagian besar (95 persen) kehamilan itu merupakan kehamilan yang tidak diharapkan dan berakhir dengan pengguguran.

Iklan