http://www.sxc.hu/photo/926733Bola yang ditendang oleh Basuki, sore itu, menjadi tendangan bola terakhirnya sebelum dia ambruk di lapangan futsal. Semula orang-orang yang ikut bermain bola bersama Basuki menyangka, pelawak itu jatuh karena kesandung. Semenit kemudian mereka sadar, Basuki bukan jatuh biasa. Detak nadinya sudah nyaris hilang dan wajahnya memucat.

Oleh Rusdi Mathari

DALAM Perjalanan ke rumah sakit, Basuki menghembuskan nafas terakhir. Dokter yang memeriksanya, menyatakan, Basuki mendapat serangan jantung tingkat satu. Para kerabat tak percaya, karena siang sampai sore, Basuki segar bugar tak kurang apa tapi serangan jantung membuat Basuki tak berdaya dan akhirnya meninggal dalam usia 51 tahun pada 12 Desember 2007 pukul 18.45 WIB.

Bukan hanya Basuki yang meninggal akibat serangan jantung. Ratusan bahkan ribuan manusia telah terenggut nyawanya karena serangan jantung. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan serangan jantung merupakan pembunuh nomor satu di dunia. Di Indonesia angka kematian dari jumlah orang yang meninggal yang disebabkan oleh serangan jantung di Indonesia mencapai 26 hingga 30 persen. Di Jakarta angka itu bahkan mencapai 42,9 persen (lihat WHO, Preventing Chronic Diseases-A Vital Investment 2005).

Dan ini yang menakutkan: Tak ada seorang dokterpun yang bisa memprediksi dan bisa menakar seberapa besar atau kecil serangan itu akan datang kecuali hanya gejalanya. Para dokter pun hanya sanggup menaksir penyebab terjadinya serangan jantung dan menyarankan menjauhi atau melakukan tindakan tertentu termasuk untuk tidak merokok dan hidup dengan pola sehat agar terhindar dari serangan jantung. Namun kapan serangan jantung itu akan datang dan seberapa besar atau seberapa kecil serangan itu datang, mereka tak sanggup memberikan analisa.

Gejala umum dari sebuah serangan jantung mungkin dimulai dengan rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman yang samar, atau rasa sesak dibagian tengah dada. Kadang, sebuah serangan jantung hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang ringan sekali sehingga sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, atau bahkan lepas dari perhatian sama sekali. Dalam hal ini, satu-satunya cara yang memungkinkan terdeteksinya sebuah serangan jantung adalah ketika harus menjalani pemeriksaan ECG untuk alasan lain yang mungkin tidak berkaitan.

Serangan jantung mungkin menghadirkan rasa nyeri paling buruk yang pernah dialami – rasa sesak yang luar biasa atau rasa terjepit pada dada, tenggorokan atau perut. Bisa juga mengucurkan keringat panas atau dingin, kaki terasa sakit sekali dan rasa ketakutan bahwa ajal sudah mendekat. Juga mungkin merasa lebih nyaman bila duduk dibanding bila berbaring dan mungkin nafas begitu sesak sehingga tidak bisa santai. Rasa mual dan pusing bahkan sampai muntah, bahkan yang lebih para yaitu ketika sampai kolaps dan pingsan (http://www.wikipedia. Indonesia)

Apa yang kemudian disebut sebagai serangan jantung adalah kondisi yang menyebabkan jatung sama sekali tidak berfungsi. Otot jantung mendadak berhenti bergerak (memompa) akibat sangat berkurangnya pasokan darah. Berkurangnya pasokan darah dapat terjadi ketika salah satu nadi koroner tersumbat selama beberapa saat. Bisa karena nadi koroner yang mengencang, atau darah yang menggumpal.

Singkat kata darah yang seharusnya dipompa keluar dari dalam jantung misalnya menjadi tersumbat atau sebaliknya darah yang seharusnya masuk kembali ke jantung tak mengalir dengan normal dan wajar. Salah satu penyebabnya, bisa karena lemak yang terlalu tebal melapisi jantung sehingga karena itu ia membuat jantung tak bisa tertekan dan akhirnya tidak mampu memompa darah. Penyebab lain disebabkan oleh kebocoran pada jantung, kendati besarnya kebocoran itu sama dengan diameter jarum yang paling kecil.

Rahasia lain di balik serangan jantung yang mematikan yang juga adalah keberadaan jantung itu sendiri. Ilmu pengetahuan mutakhir dengan sangat tepat bisa mendefinisikan apa yang dimaksud dengan jantung, yaitu organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian.

Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu “pengatur irama” yang terdiri dari sekelompok secara khusus yang disebut nodus sinotrialis, terletak di dalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke kedua serambi membuat keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya di teruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya membuat bilik-bilik berkontraksi secara serentak. Periode kontraksi ini disebut systole.

Periode ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek – kira-kira 0,4 detik – yang disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini setiap menit ketika jantung sedang “santai”. Produksi impuls-impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian sistem syaraf yang disebut sistem syaraf otonom, yang bekerja diluar keinginan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi otot jantung beirama yang disebut denyut jantung (http://www.wikepedia.indonesia)

Namun sebelum penemuan ilmu pengetahuan modern itu, sejak ribuan tahun lalu manusia telah mencari jawab apa dan bagaimana cara kerja dari sebongkah daging yang disebut jantung itu, benda yang besarnya hanya sekepalan tangan kiri setiap pemiliknya dan berdenyut terus-menerus di rongga dada. Bukti tertua yang dianggap sahih tentang pengetahuan akan jantung oleh manusia, ditemukan di gua Pindal dekat Colombre, Asturias, Spanyol. Gambar dari zaman Aurignac (hidup kira-kira 10 ribu tahun sebelum masehi) melukiskan seekor gajah dengan bercak merah berbentuk seperti jantung. Meski begitu, penemuan itu masih dianggap sekedar melukiskan bentuk jantung, dan tidak menyebut jantung.

Dari beberapa referensi ditemukan, yang pertama kali menyebut jantung sebagai pusat jiwa atau ruh adalah bangsa Sumaria, seperti yang ditemukan dalam tulisan berjudul Heart Books dari papirus Ebers pada 1.600 tahun sebelum masehi. Kepercayaan ini sangat berkaitan dengan pandangan mistik-teologik tentang alam semesta. Dalam papirus itu juga tertulis rahasia dari seorang dokter di zaman itu yang mengamati gerakan jantung dan jantung itu sendiri. Banyak yang percaya, inilah referensi terawal bagi ilmu bedah jantung. Fakta bahwa stres psikologis dan fisik dapat mempengaruhi irama jantung juga diketahui pada zaman ini.

Beberapa bangsa kuno lain juga punya referensi tentang jantung. Bangsa Mesir menyebut jantung sebagai organ sentral manusia. Organ ini diperlakukan sedemikian penting sehingga ketika semua organ dalam dikeluarkan selama proses mumifikasi, jantung dibiarkan tetap berada pada tempatnya.

Bangsa Yunani memberikan nama “kardia” untuk jantung yang mengandung dua makna. Bagi Omero “kardia” adalah pusat perasaan dan kesabaran. Bagi Aristoteles “kardia” adalah pusat intelektual, jiwa atau ruh, dan pusat hidup manusia. Menurut Aristoteles, otak adalah dingin sehingga tidak mampu memberikan kehidupan, sedangkan jantung adalah pemberi hidup yang hangat.

Meskipun belum diketahui morfologi dan fungsinya, bangsa Cina maupun para penganut agama Hindu sebelumnya menganggap jantung bukan sebagai organ tubuh biasa. Sebaliknya, malah diartikan sebagai pusat intelektual, keberanian, keteguhan hati, dan rasa cinta.

Misteri tentang arti simbolik jantung terus berkembang sesuai dengan budaya dan tradisi setempat. Hingga awal abad ke-16 secara umum masih ditemukan perayaan pemujaan tehadap para dewa dengan mengorbankan jantung manusia di antara suku Maya dan Arztec di Benua Amerika. Film Apocalypto karya Mel Gibsons menceritakan hal itu. Berbagai suku di Australia, Eskimo, dan Asia ditemukan juga sudah terbiasa makan jantung orang atau hewan yang dianggap pemberani agar jiwa atau ruh dan keberaniaannya diwariskan kepada mereka

Kesimpulan tentang jantung yang dianggap sebagai simbol jiwa atau ruh dengan semua mistik yang melingkupinya.semacam itu, bertahan hingga abad pertengahan masehi. Namun apa jantung itu, dan kenapa hidup seseorang tergantung pada berdenyut tidaknya organ itu, belum menemukan jawaban.

Lalu muncul penemuan Hipokrates. Filsuf itu, membandingkan gerakan darah dengan datang dan perginya gelombang air di pantai laut. Teori ini kemudian disempurnakan oleh Galeno beberapa abad kemudian. Menurut Galeno, yang disebut sebagai vital spirit dibentuk dari campuran darah dan udara di dalam ventrikel kiri lewat lubang antar ventrikel. Vital spirit ini mengalir ke seluruh tubuh lewat arteri.

Filsuf lainnya, S. Tommaso d’Aquino mengatakan bahwa alternasi siklik antara sistolik dan diastolik dalam metode aktivasi dan regulasinya tergantung dari prinsip sirkulasi universal. Itulah prinsip yang sangat serupa dengan gerakan sirkuler benda angkasa. Beberapa abad kemudian, Leonardo Da Vinci, seorang ilmuwan multitalenta di zaman Renaissance, mempelajari jantung dan meninggalkan banyak gambar yang mempesona tentang organ itu. Menurut teorinya, jantung merupakan segalanya dari pertukaran panas tubuh, sementara aliran darah didorong oleh suatu kekuatan yang kita kenal sekarang sebagai kapilaritas.

Namun gambaran yang agak tepat mengenai fisiologi kardiopulmonal pertama kali diberikan oleh Michael Servetus di abad ke-17. Dia menulis bahwa hubungan antara ruang jantung tidak terbuat dari lubang antar ventrikel. Pada tahun yang bersamaan, Andrea Versalius, bapak anatomi modern mengkonfirmasikan ketidakpermiabilitasan dinding antar ventrikel. Pendapat ini membantah pengetahuan tentang anatomi jantung sebelumnya.

Meskipun begitu, William Harvey yang hidup antara abad ke-16 sampai ke-17, diakui sebagai penemu pertama tentang sirkulasi darah. Selain itu, dia juga merupakan orang pertama yang dapat mendemonstrasikan bahwa jantung bekerja seperti sebuah pompa. Dia juga secara jelas mengkonfirmasi tidak adanya komunikasi antar ventrikel. Momentum ini lalu dianggap sebagai saat lahirnya ilmu kardiologi moderen. Pengetahuan mengenai anatomi dan fisiologi jantung serta sirkulasinya, menjadi lebih jelas di abad ke-18 dan ke-19. Salah satu karya yang patut dihargai adalah dari Lancisi mengenai fisiopatologi sirkulasi, respirasi, dan regulasi saraf jantung.

Meskipun pada masa pengetahuan tentang fisiologi jantung berkembang pesat tapi penyakit jantung secara praktis masih belum banyak diketahui. Dalam ensiklopedinya, Diderot dan D’Alambert menyebutkan, secara umum penyakit jantung adalah jarang. Dunia kedokteran saat itu secara aneh enggan mempertimbangkan jantung sebagai sumber penyakit. Mistik dan anggapa seputar jantung, yang dipercaya sebagai pengendali jiwa tetap berkembang. Karena berbagai persepsi itulah, upaya pengobatan terhadap jantung dianggap menjadi terhambat hingga awal abad ke-19. Bedah jantung merupakan hal yang tidak dapat dibayangkan, bahkan dianggap tabu.

Sejarah baru tentang jantung, baru muncul di Frankfurt pada 9 September 1896. Ketika itu, Ludwig Rhen menjahit luka pada ventrikel kanan seorang tukang kebun muda. Sejak operasi itu, mistik dan respek terhadap jantung ternodai dan yang semula dianggap suci menjadi terbuka untuk tindakan operasi. Sebelumnya dianut secara luas di dalam bidang ilmu bedah ucapan dari Theodor Billroth. Ahli bedah terkernuka dari Wina itu mengatakan siapapun yang mencoba melakukan operasi pada jantung akan mengalami kegagalan. Dia juga akan kehilangan respek dari teman sejawatnya.

Keberhasilan Rhein membuka jalan baru bagi perkembangan di bidang bedah jantung. Sherman dalam komentarnya di Jurnal Asosiasi Kedokteran Amerika pada 1902 mengatakan bahwa jalan langsung menuju jantung tidak lebih dari 2-3 cm panjangnya, namun memakan waktu sekitar 2.400 tahun bagi ilmu bedah untuk menjalaninya.

Perkembangan bedah jantung berikutnya memakan waktu beberapa dekade. Meskipun percobaan awal terhadap intervensi bedah pada penyakit katup mitral telah dilakukan pada awal abad ke-20, secara klinis valvulotomi mitral baru dikenal di tahun 1940-an setelah tercapai kemajuan yang memadai dalam pemahaman hemodinamik.

Pada 1935 Claude S. Beck memulai upaya eksperimen untuk meningkatkan perfusi koroner dengan membentuk kolateralisasi ekstra koroner. Dia kemudian mengungkapkan masalah-masalah teknis seharusnya mempunyai jalan keluar, seperti permasalahan di waktu lampau, dengan metode, instrumentasi, dan kelemahlembutan. Eksperimen tersebut kemudian dilanjutkan oleh John H. Gibbon dan C. Walton Lillehei yang menggunakan mesin jantung paru untuk pertama kalinya ketika menutup sebuah atrial septal defek.

Keberhasilan dua orang itu lantas membuka cakrawala baru di bidang bedah jantung. Puncak keberhasilan yang dianggap paling nyata adalah kesuksesan transplantasi jantung pertama pda 1967 oleh Christiaan Barnard berdasarkan hasil eksperimen Lower dan Shurnway. Serangan jantung dan bedah jantung kemudian mendapat perhatian besar dari dunia kedokteran.

Saat ini bahkan berkembang berbagai penelitian untuk menciptakan jantung buatan yang dapat berfungsi secara permanen. Selain itu, juga sedang diuji cangkok jantung dengan donor dari hewan yang sebelumnya telah direkayasa secara genetis. Berbagai penelitian untuk memperbaiki otot jantung yang rusak lewat transplantasi sel induk (stem-cells) juga sedang giat dikerjakan. Bedah pintas koroner merupakan tindakan bedah jantung terbanyak di seluruh dunia. Perkembangannya dewasa ini menarik berbagai perhatian, terutama dengan digunakannya teknik minimal invasif.

Bidang bedah katup jantung juga mendapat perhatian yang besar dewasa ini, terutama upaya untuk menemukan katup jantung buatan yang ideal, baik secara teknis maupun lewat penelitian di bidang tissue engineering. Operasi dengan menggunakan robot juga menjadi penemuan mutakhir untuk bedah jantung selain operasi jarak jauh. Kelak, seorang ahli bedah jantung dapat melakukan operasi pada seorang pasien dari jarak beribu-ribu kilometer, bahkan mungkin di stasiun ruang angkasa atau di planet Mars.

Namun kapan serangan jantung akan datang dan apakah serangannya mematikan atau tidak, sekali lagi tak seorang dokterpun bisa mengatakannya.

Iklan