devry.files.wordpress.com

Melalui sayap bisnis nirlaba Google.org, tahun ini Google bermaksud menyumbangkan dana US$ 25 juta untuk membantu usaha perubahan iklim, kemiskinan, pencegahan penyakit menular dan bisnis usaha kecil di sejumlah negara. Sebuah rencana yang sudah disusun sejak empat tahun silam ketika pendiri Google memulai memotong 1 persen dari penyertaan perusahaan dan keuntungan perusahaan. Beberapa tahun mendatang Google.org berharap jumlah bantuan akan meningkat hingga mencapai US$ 175 miliar.

Oleh Rusdi Mathari

LARRY Brilliant pejabat Google.org mengatakan dia sudah menerima puluhan ribu ide yang kemudian dijadikan pijakan dan melakukan riset di sejumlah negara Afrika dan Asia sepanjang tahun untuk membuat formula yang cocok bagi kegiatan filantropi Google. org. “Kami tidak melakukan apapun sebelumnya. Kami tak mengatakan kami telah sampai pada tujuan akhir, kami baru mulai,” kata Brilliant yang adalah Direktur Google.org.

Semua bantuan Google.org rencananya akan dibagi ke dalam lima bidang proyek utama. Masing-masing untuk mencegah penyakit dan bencana alam, peningkatan kapasitas pemerintah menjaga pelayanan publik, pemberdayaan usaha kecil dan menengah, penemuan sumber energi alternatif, dan inovasi dan pembuatan kendaraan hibrida. Untuk pencegahan penyakit menular dan musim paceklik, Google.org berharap akan ada kemajuan yang bisa dicapai. Untuk proyek yang bertajuk Dukungan Inovasi bagi Keadaan Darurat , Penyakit dan Bencana Alam (inSTEDD) ini, Google.org menganggarkan bantuan senilai US$ 5 juta bagi kelompok pengguna perangkat lunak dan teknologi yang dapat memperkecil jarak komunikasi antara pemerintah, LSM dan kelompok ilmuwan.

Di bidang Layanan Teknologi, Google.org mengalokasikan dana US$ 4,7 juta untuk membantu kelompok usaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang pertanian dan pembangunan wilayah. Bantuan ini terutama ditujukan bagi kelompok usaha keciol di Ghana dan Tanzania yang diketahui tak memiliki akses di bidang permodalan. Sementara bantuan untuk lembaga nirlaba, Google.org merencankan pola semacam modal ventura atau kerjasama pengelolaan. Contohnya untuk investasi di bidang eSolar senilai US$ 10 miliar seperti yang ada di Pasadea, California, Amerika Serikat— Google bisa menggunakan energi itu sebagai sumber alternatif sumber daya listrik. “Ini sangat layak bagi usaha profit global untuk mendanai usaha profit yang lain,” kata Christine M. Petrovits, asisten dosen dari Universitas New York.

Google merupakan sebuah perusahaan yang berperan dalam pencarian Internet dan iklan online. Pendirinya adalah dua manausia jenius bernama Larry Page dan Sergey Brin. Keduanya mendirikan Google ketika mereka masih menjadi mahasiswa di Universitas Stanford. Semula (1998) Google merupakan perusahaan saham pribadi namun lantas beruha menjadi perusahaan publik menyusul penawaran saham mereka pada 19 Agustus 2004. Saat itu, Google berhasil meraup dana hingga US$ 1,6 miliar sehingga menyebabkan perusahaan mereka bernilai US$ 23 miliar. Melalui berbagai jenis pengembangan produk baru, pengambil alihan dan mitra, perusahaan ini telah memperluas bisnis pencarian dan iklan awalnya hingga ke area lainnya, termasuk email berbasis web, pemetaan online, produktivitas perusahaan, dan bertukar video.

Perusahaan Google berbasis di Mountain View, California dan hingga 30 September 2007 sudah memperkerjakan 15.916 orang. Misi Google adalah, “untuk mengumpulkan informasi dunia dan menjadikannya dapat diakses secara universal dan berguna.” Sementara fFilosofi Google meliputi slogan seperti “Don’t be evil”, dan “Kerja harusnya menatang dan tantangan itu harusnya menyenangkan”, menggambarkan budaya perusahaan yang santai.

Google.org dibentuk pada 2004 dan pada tahun tahun itu sudah menyumbangkan dana US$1 miliar untuk masalahperubahan iklim, kesehatan, dan kemiskinan. Proyek pertama Google.org adalah membuat sebuah kendaraan elektrik plug-in hibrida yang dapat mencapai 100 mpg.

*Sumber the Washington Post, Jumat 18 Januari 2008

Iklan