Lokasi Kabupaten Situbondo di Peta Jawa Timur-id.wikipedia.org

Situbondo terisolasi: hubungan telepon putus total, listrik padam, dan air PDAM tak mengalir sejak Jumat malam. Banjir bandang yang meluap dari anak Kali Sampean yang mengalir sepanjang lebih kurang enam kilometer di tepi selatan Kota Situbondo menghanyutkan ratusan rumah, merusak puluhan rumah yang lain dan mengirimkan batu-batu besar.

oleh Rusdi Mathari

BANJIR itu datang dengan isyarat: Situbondo dan Bondowoso yang terletak di daratan yang lebih tinggi di selatan Situbondo, diguyur hujan deras selama tiga hari berturut-turut sehingga mengalirkan jutaan kubik air pada Kali Sampean. Ini adalah kali terbesar yang membentang dari Gunung Argopuro, Bondowoso menuju Situbondo di pesisir utara, Jawa Timur. Namun isyarat itu tak dibaca banyak orang karena sepanjang Jumat (8 Februari 2008) hujan berhenti di Situbondo. Selepas isya, air bah pertama menyapu kelurahan Ardirejo Kecamatan Panji, yang persis terletak di utara Bendung anak Kali Sampean.

Tulisan ini dibuat berdasarkan keterangan Sutrisno, guru SMPN 1 Situbondo, yang berhasil saya hubungi lewat sambungan seluler dari Jakarta pada Sabtu sore, setelah sejak Jumat malam saya tak berhasil mengontak nomor telepon keluarga dan orang-orang yang saya kenal di Situbondo. “Air naik tiba-tiba,” kata Sutrisno, teman saya sejak SMP.

Untungnya evakuasi terhadap warga cepat dilakukan oleh aparat RT dan Kelurahan hingga tak menelan korban jiwa. Di kelurahan itu, sebanyak 32 rumah hancur atau hanyut tanpa bekas. Namun kiriman air dari Gunung Argapuro terus mengalir hingga mencapai puncaknya pada pukul 12 malam tengah malam. Jalan Merak di Kelurahan Dawuhan dan Patokan (Kecamatan Situbondo), sebagian Desa Sumber Kolak, Desa Locancang, dan Desa Karang Asem (Kecamatan Panarukan) adalah beberapa wilayah di Situbondo yang paling parah mengalami kerusakan infrastruktur, karena menurut Sutrisno, banjir di duga telah merusak ratusan rumah dan menghanyutkan ratusan rumah yang lain. Menurut Sutrisno, hingga sore ini sudah tujuh orang dikabarkan tewas.

Satu Sudut Kota Situbondo-situbondo.go.id

Banjir juga menggenangi pusat kota, tempat pendopo kediaman Bupati Situbondo yang hanya berjarak sekitar setengah kilo dari anak Kali Sampean, dan beberapa wilayah yang lain seperti di Jalan Wijaya Kusuma, Jalan Seroja dan Jalan Mawar. “Banjir kali ini cakupan wilayahnya jauh lebih luas dibanding banjir 2002,” kata Sutrisno.

Pada 2 dan 4 Februari 2002, anak Kali Sampean memang menghancurkan sebagian wilayah Situbondo dan menewaskan sekitar 4 orang. Namun banjir waktu itu, hanya melanda wilayah yang berada di pinggir anak Kali Sampean. Akibat meningkatnya curah hujan, anak Kali Sampean kali ini mengalirkan lebih banyak air sehingga luapannya meluas ke hampir seluruh wilayah Kota Situbondo.

Sejak Sabtu pagi, banjir yang datang semalam, memang sudah surut tapi kondisi kota Situbondo terasa sebagai kota mati. Toko-toko banyak yang masih tutup, warga tak banyak yang keluar, dan hampir semua arus komunikasi dari dan ke luar Situbondo terputus total. “Baru sore ini, sinyal ponsel agak kuat ditangkap,” kata Sutrisno.

Bagaimana dengan bantuan dan kerja Satkorlak? “Pihak Satkorlak yang saya datangi, malah meminta warga gotong royong,” kata Sutrisno, yang rumahnya terletak di Bendung anak Kali Sampean.

Selain Sutrisno, saya belum berhasil menghubungi pihak Satkorlak, Bupati Situbondo dan keluarga saya yang tinggal di Kelurahan Dawuhan. “Benar Rus, Situbondo terisolasi dan butuh bantuan,” kata Sutrisno, sebelum hubungan ponselnya dengan saya, kembali terputus.

Iklan