dapetza2007.blogspot.com

Jangan mati sembarangan atau akan mendapat hukuman yang menyakitkan. Itulah ancaman seorang kepala desa di Prancis, yang ditujukan kepada warganya. Hukuman apa yang akan dijatuhkan Pak Kades kepada warganya yang sudah mati?

Oleh Rusdi Mathari

APAKAH seorang kepala desa bisa menghukum orang yang sudah mati? Anda mungkin tak percaya, tapi Gerard Lalanne bertekad akan menghukum siapa saja yang meninggal di wilayahnya. Diberitakan oleh SKY News kepala desa Sarpourenx itu Rabu lalu telah mengeluarkan ketentuan yang tak wajar yaitu melarang warganya mati dan dikubur di Sarpourenx. Mereka yang melanggar, oleh Pak Kades diancam akan diberikan hukuman yang menyakitkan.

Ancaman Pak Lalanne yang berusia 70 tahun itu, tentu saja mendapat reaksi luas dari banyak orang dan menjadi bahan tertawaan. Namun Lalanne bergeming. Dia bahkan menganggap keputusannya adalah masalah serius menyusul peraturan yang dikeluarkan oleh Pemda Kota Pau yang berdekatan dengan desa Sarpourex, yang tidak mengizinkan tanah pribadi dijadikan perluasan lahan pemakaman. Dengan perda baru yang dikeluarkan Pemda Pau itu maka kemungkinan bagi warga Sarpourex dapat dikubur di kota itu juga semakin tertutup.

Desa Sarpourex adalah sebuah desa kecil yang terletak di tenggara Prancis dan masuk dalam wilayah Kabupaten Bordeaux. Penduduknya hingga Maret tahun ini berjumlah 260 orang, dan umumnya adalah petani anggur. ‘Peraturan’ tak biasa yang dikeluarkan oleh Lalanne itu mendapat pengesahan dari Dewan Kelurahan dan tertulis sebagai Catatan Harian Dewan Kelurahan.

Pak Kades, sayangnya, tak menjelaskan hukuman apa yang bisa diberikan kepada orang yang sudah mati. Atau kalaupun benar setiap warga Sarpourex yang mati kelak akan dihukum oleh aparat desa, apa Pak Lalanne tak takut, jika tiba-tiba si mayat bangun karena tidak terima atau kesakitan karena menerima hukuman? Mbok ya buat peraturan yang masuk akal Pak Lalanne. Mosok mati dilarang. Atau bagaimana kalau mayat warga Sarpourex dikirim ke Indonesia saja?

Iklan