http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6501&Itemid=1

Secara tradisional, Gereja Katolik memiliki daftar yang berisi tujuh dosa besar, yakni kesombongan, kerakusan, hawa nafsu, ketamakan, iri hati, kemarahan dan kemalasan. Ketujuh dosa besar ini ditetapkan oleh Paus Gregory the Great di abad keenam Masehi. Kini, otoritas Gereja Katolik di Vatikan menggolongkan penggunaan obat-obatan terlarang, polusi, dan rekayasa genetika sebagai perbuatan dosa besar.

DAFTAR dosa besar ini baru-baru ini disampaikan oleh Monsignor Gianfranco Girotti dalam sebuah wawancara dengan Harian L’Osservatore Romano. Vatikan menggelar konferensi mengenai pengakuan dosa menyusul keresahan pihak gereja akan kemauan umat Katolik mengakui dosa yang semakin menurun.

Survei terakhir menyebutkan, sekitar 60 persen umat Katolik di Roma tidak lagi mengakui perbuatan dosa mereka.

Girotti mengatakan, penggunaan narkoba, polusi, dan rekayasa genetika adalah hasil kerusakan yang dialami sistem keadilan sosial di tengah masyarakat, tidak hanya di tingkat nasional, juga di tingkat regional dan global.

Di sisi lain, masih menurut Girotti, Gereja Katolik juga tetap peduli dengan berbagai perbuatan dosa seperti aborsi atau menggugurkan kandungan, dan pedophilia atau hubungan seksual dengan anak di bawah umur.

Secara tradisional, Gereja Katolik memiliki daftar yang berisi tujuh dosa besar, yakni kesombongan, kerakusan, hawa nafsu, ketamakan, iri hati, kemarahan dan kemalasan. Ketujuh dosa besar ini ditetapkan oleh Paus Gregory the Great di abad ke-enam Masehi.

Ketujuh dosa besar ini berbeda dengan dosa-dosa kecil yang dapat diampuni. Seseorang yang melakukan perbuatan dosa besar terancam dibakar dalam neraka kecuali mereka bertobat dengan jalan mengakui perbuatan dosa itu, dan menyesalinya.

Seperti diberitakan CNN beberapa pastor menyambut baik usul Girotti. Pastor Antonio Pelayo, dari Spanyol, misalnya. Menurut dia ada banyak perbuatan dosa lain yang mungkin lebih besar, dan tidak berkaitan dengan seks.

“Melainkan berkaitan dengan kehidupan, dengan lingkungan hidup, dan dengan keadilan,” katanya.

Untuk sebuah agama besar, pengumuman seperti sebenarnya cukup terlambat. Meski demikian, pemuatan daftar dari Vatikan itu cukup baik untuk penduan umatnya. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

*Dikutip secara lengkap dari http://www.hidayatullah.com, 11 Maret 2008 berjudul “’Daftar Dosa’ Versi Vatikan Dikeluarkan

Iklan