http://www.kompas.com/tekno/read.php?cnt=.xml.2008.03.27.10224570&channel=1&mn=114&idx=114

Situs Departemen Komunikasi dan Informasi RI mulai Kamis (27 Maret 2008) siang kembali tampil normal. Tampilannya sudah seperti sedia kala: kaku dan tak menarik. Sehari sebelumnya, situs itu telah disusupi tampilan yang seolah menyindir rencana pemerintah untuk memblokir situs porno.

oleh Rusdi Mathari

PENYUSUP itu “menitipkan” gambar seorang laki-laki yang sedang membuka kaus. Di bawah gambar tertulis, “Selamat yeee pemerintah *suit suit* kami mengucapkan selamat atas disahkannya UU ITE dan pornografi. Dengan ini kami menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap pemerintah. Buktikan UU ini dibuat bukan untuk menutupi kebodohan pemerintah. cihuyyyyyyyyyyy” Penyusup itu tak lupa menitipkan alamat email dengan tulisan “untuk info cowok ini kontak: siapakah.akyu@yahoo.com.”

Sebelum situs Depkominfo, situs Departemen Kehutanan sudah terlebih dahulu disusupi pada 19 Maret 2008. Beruntung, penyusup di Departemen Kehutanan masih sedikit lebih sopan karena hanya menampilkan bendera merah putih dengan latar belakang hijau. Dari dua kali penyusupan itu membuktikan bahwa dunia maya adalah dunia yang penuh kemungkinan.

Jika mau, penyusup di Depkominfo itu sebenarnya bisa menampilkan gambar-gambar seronok tapi rupanya hal itu tidak dilakukan. Tak lalu tak ada pesan dari gambar semacam itu. Penyusup nakal itu, tampaknya ingin membuktikan bahwa memblokir situs porno seperti yang dikehendaki pemerintah bukanlah pekerjaan mudah untuk tidak mengatakan tidak ada kerjaan. Selain jumlahnya mencapai 1 juta situs dan harus mengeluarkan anggaran negara, pemerintah masih harus bersiap dengan serangan para hacker.

Pesan yang disampaikan oleh penyusup di situs Depkominfo itu, seolah menegaskan agar Menteri M. Nuh tidak gegabah. Bayangkan kalau tampilan situs Depkominfo diganti dengan tampilan orang telanjang dan wajahnya diambil dari potongan foto wajah Menteri Nuh?

Iklan