inci73.multiply.com

Dengan kelahiran anak mereka yang ke-21, pasangan suami-istri ini mestinya layak masuk ke Guiness Book of Record sebagai pasangan suami-istri (tunggal) di dunia yang paling banyak memiliki anak setidaknya dalam 10 terakhir. Sejauh ini Moulay Ismail, Raja Moroccan, dicatat sebagai orang yang memiliki anak terbanyak sepanjang sejarah karena memiliki 342 anak perempuan dan 525 anak lelaki.

Oleh Rusdi Mathari

NAMANYA MAIMUNAH. BAYI PEREMPUAN DENGAN BERAT BADAN 2,15 kilogram dan panjang badan 45 centimeter itu baru dilahirkan Sabtu minggu lalu, 5 April 2008. Seperti bayi-bayi lainnya dia juga terlihat lucu bahkan begitu cekatan menyusu pada tetek ibunya. Maimunah adalah sebuah nama dari salah seorang perempuan yang pernah menjadi istri Nabi Muhammad s.a.w.

Pada minggu ini, Maimunah yang lahir di RS Sanglah, Denpasar, menjadi bayi yang mendapat perhatian luas dari media nasional. Bukan karena dia mengalami cacat fisik atau menderita kelainan, melainkan karena dia adalah anak ke-21 dari pasangan Mas’ud dan Halimah. Mas’ud berusia 55 tahun dan Halimah berusia 44 tahun. Komposisi anak mereka setelah kelahiran Maimunah adalah 10 lelaki dan 11 perempuan.

Kakak Maimunah atau anak Mas’ud dan Halimah yang ke-20 baru berusia sekitar dua tahun. Usia dari anak ke-19 juga belum genap 3 tahun. Jika seluruh anaknya berkumpul di rumah Mas’ud di Gatsu Barat, Karang Sari, Denpasar Barat, Bali— rumah itu akan lebih mirip dengan asrama tentu saja. Namun 16 anak lainnya, sejak sekitar dua tahun lalu untungnya tidak tinggal di rumah sempit berukuran 36 meter persegi dan terbuat dari bilik bambu itu. Mereka tinggal di Desa Jenggot, Pekalongan, Jawa Tengah, tempat asal Mas’ud dan Halimah.

Dengan kelahiran Maimunah, Halimah dan Mas’ud mestinya layak masuk ke Guiness Book of Record sebagai pasangan suami-istri (tunggal) di dunia yang paling banyak memiliki anak, setidaknya dalam 10 terakhir. Sejauh ini Moulay Ismail, Raja Moroccan, dicatat sebagai orang yang memiliki anak terbanyak sepanjang sejarah karena memiliki 342 anak perempuan dan 525 anak lelaki. Namun anak-anak dari Moulay Ismail, pastilah tidak dilahirkan dari satu istri melainkan dari belasan atau bahkan puluhan istri. Belum ada catatan, apakah salah satu istri Moulay Ismail juga melahirkan anak sebanyak jumlah anak yang dilahirkan oleh Halimah, atau tidak.

Ketika anak-anak Mas’ud dan Halimah masih berkumpul di Denpasar, Mas’ud yang bekerja sebagai buruh celup kain memang kelimpungan membiayai 20 anak dan istrinya. Untuk keperluan makan, menurut pengakuan Halimah, dirinya harus memasak sebanyak 5 kilogram beras sehari. ‘’Paling berat beli susu. Saya beli dua kotak susu ukuran 300 gram hanya bisa bertahan dua hari,’’ kata Halimah (Lihat “Kisah Perempuan ‘Perkasa’ yang Lahirkan 21 Anak dari Rahimnya,” Riaupos.com, 9 April 2008).

Meski tidak mau ikut KB, Mas’ud dan Halimah mengaku tidak jera dengan kelahiran anak mereka yang ke-21. Mereka bahkan dikabarkan tetap bersedia jika harus dikarunia anak yang ke-22. Dokter yang menangani persalinan Halimah menganjurkan agar perempuan itu sebaiknya di-steril. Sebab dengan kemampuan melahirkan tiap satu setengah tahun seperti selama ini, menurut dokter di sana Halimah masih berpotensi punya anak hingga 30 orang.

Iklan