Luapan lumpur Lapindo adalah salah satu dari contoh terbaik soal semburan lumpur di dunia.

oleh Rusdi Mathari

PROFESOR Richard J. Davies, ahli geologi dari University of Durham, Inggris, termasuk orang yang cepat tanggap memberikan jawaban. Kamis siang, saya mengirimkan email berisi daftar pertanyaan, seputar laporan tim Davies tentang penyebab luapan lumpur Lapindo, di Porong, Sidoarjo. Beberapa jam kemudian, balasan email Davies sudah saya terima, lengkap dengan hasil penelitian mereka setebal 47 halaman. Berikut jawaban email Pak Davies:

Jakpress: Apakah hasil penelitian itu sudah disampaikan kepada Lapindo atau Grup Bakrie?

Davies: Ya, sudah. Kami mengirimkan Tabel 3 pada dua kesempatan dan Tabel 3 dikonfirmasikan oleh mereka. Mereka juga membaca keseluruhan laporan dan tidak setuju dengan interpretasi kami. Akan tetapi datanya dikonfirmasikan oleh mereka. Dan kegiatan-kegiatan pengeboran penting yang dilakukan pada Mei 2006 juga dikonfirmasi oleh mereka.

Jakpress: Siapa saja atau berapa orang anggota peneliti Anda?

Davies: Ada enam orang: Richard Davies (ahli geologi dan ahli semburan lumpur), Maria Brumm (ahli gempa), Michael Manga (ahli gempa yang menimbulkan semburan lumpur), Rudi Rubianini (ahli teknik pengeboran), Richard Swarbrick (ahli geologi perminyakan), Mark Tingay (ahli geologi).

Jakpress: Apa latar belakang keilmuwan mereka dan dari universitas mana saja?

Davies: Detail soal itu bisa dibaca dalam lampiran email ini. (Dalam emailnya Davies melampirkan paper penelitian,Red)

Jakpress: Apakah analisis penelitian itu didasarkan pada penelitian langsung atau hanya kesimpulan dari publikasi media?

Davies: Berdasarkan data ilmiah yang ditemukan mengenai efek-efek dari gempa. Selain itu juga berdasarkan data yang dikonfirmasikan oleh Lapindo dan beberapa data dari tim investigasi independen.

Jakpress: Kapan penelitian dilakukan dan apakah para peneliti pernah datang ke lokasi semburan?

Davies: Saya mengunjungi pusat lumpur tahun lalu namun mengunjungi lokasi tersebut tidak terlalu banyak membantu, dibandingkan data tentang kapan sumur tersebut dibor. Itu yang lebih penting.

Jakpress: Apakah sebelum ini, pihak Lapindo atau Grup Bakrie pernah menghubungi Anda atau anggota tim yang lain? Atau apakah Anda pernah menghubungi mereka?

Davies: Ya. Mereka berterima kasih pada saya karena sudah mendistribusikan laporan tersebut kepada mereka. Mereka mengonfirmasikan data pada Tabel 3, di mana kami membuat daftar kegiatan-kegiatan penting dan juga data.

Jakpress: Mengapa Anda tertarik meneliti lumpur Lapindo? Panggilan sebagai ilmuwan atau panggilan kemanusiaan?

Davies: Saya bekerja di universitas dan diizinkan untuk melakukan riset untuk topik-topik yang menarik. Saya telah bekerja dalam bidang semburan lumpur selama lima tahun terakhir. Kasus ini adalah salah satu dari contoh terbaik soal semburan lumpur di dunia. Maka itu saya mempelajarinya.

Jakpress: Kalau tidak keberatan, bisakah Anda menyebutkan sumber donator penelitian?

Davies: Tidak ada yang mendanai penelitian.

Jakpress: Menurut Anda, bagaimana nasib lumpur Lapindo selanjutnya?

Davies: Saya hanya seorang ilmuwan dan tidak tahu apa yang akan terjadi dengan lumpur Lapindo.

Jakpress: Akankah bisa mengering?

Davies: Pada akhirnya semburan (lumpur) akan berhenti tapi gasnya mungkin masih akan muncul dari beberapa lubang. Itu untuk beberapa dekade mendatang.

Jakpress: Apa yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia?

Davies: Akan bagus memperkirakan berapa lama semburan akan berlangsung. Jadi penelitian ini bisa dilanjutkan dan ini juga memberikan ide bagi kami mengenai bagaimana kerusakan (akibat lumpur) pada akhirnya nanti.

Keterangan Gambar: Richard Davies-dur.ac.uk
Wawancara ini juga bisa dibaca di www.jakartapress.com

Iklan