s655168865_4156Kalau yang ditulis Iman D. Nugroho tentang asal muasal penyebab flu babi ini benar maka harus ada relawan untuk mencegah babi-babi itu strees agar tak menularkan lebih banyak lagi virus flu babi. Barangkali Anda mau?

oleh Rusdi Mathari
Sekitar 22 jam yang lalu, teman saya Iman D. Nugroho, menulis artikel yang menggelitik di politikana.com. Ini situs baru tentang politik, yang diluncurkan dua hari lalu di Gedung Teater Komunitas Salihara, Jakarta. Dari keterangan yang saya baca, situs itu diklaim sebagai yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Benar tidaknya, saya tidak paham.

Saya hanya menilai, tulisan-tulisan di situs itu lumayan menarik dan salah satunya yang menarik atau tepatnya menggelitik adalah tulisan Iman tentang asal muasal flu babi. Iman adalah wartawan yang tinggal di Surabaya, dan kini bekerja di Carter Centre di Jakarta. “Hanya dua bulan Cak,” kata dia, ketika bertemu saya di Hotel Sahid, Jakarta, semalam.

Sungguh, saya membaca tulisan Iman yang berjudul “Laporan Rahasia Asal Muasal Flu Babi Ditemukan” di situs itu bukan karena tertarik dengan judulnya tapi karena nama Iman. Ini yang barangkali disebut “teori korelasi” itu: Sebuah tulisan atau berita konon akan dibaca, jika pembacanya merasa memiliki kedekatan dengan berita atau tulisan itu. Misalnya tentang berita tentang kota tertentu, kemungkinan besar akan dibaca oleh orang-orang yang lahir atau berasal dari kota tertentu itu. Bagi saya, nama Iman adalah kedekatan itu.

Setahun silam kami pernah bekerja bersama di sebuah situs dan berhikmat membangun insititusi media yang bermartabat. Sayang media kami itu, lalu hendak ditumpangi kepentingan bisnis dan politik pemodalnya. Saya memilih hengkang karena bukan saja tak bisa berunding, tapi karena saya termasuk wartawan yang oleh “wartawan-wartawan itu” dianggap kaku merundingkan batas-batas jurnalistik yang sebetulnya sudah jelas. Juga Iman kemudian tak bekerja di situs itu.

Di politikana.com pendek kata saya ingin tahu, apa yang sebenarnya ditulis oleh Iman meski saya juga sudah menduga, dari judul tulisannya Iman pasti sedang ingin “menipu.” Dan dugaan saya benar, karena Iman memang benar-benar “menipu” dengan judulnya. Saya terkekek sendiri, ingat pada gaya Iman bicara dan bercanda yang khas Jawa Timuran.

Di tulisannya, Iman memulai dengan kata-kata yang serius yang berhubungan dengan isu flu babi: Data, rahasia, Washington, Amerika, dan sebagainya. Lalu membantingnya pada bagian penutup dengan antklimaks. Sebuah akhir yang sebetulnya tak ada hubungannya sama sekali dengan isu flu babi seperti yang dia tulis di judul tulisannya. Di bagian paling akhir, Iman tak lupa mencantumkan *jangan pecaya artikel ini.

Dan saya terkekeh, bukan karena merasa tertipu tapi sekali lagi karena saya tahu Iman, memang suka bercanda itu. Tiba di bagian ini, saya menyelingi mengirimkan pesan pendek ke Iman. “Aku nulis tentang awakmu di blog. Engku (nanti) tak kirim ke facebookmu.” Balasan Iman,” Haha…mas kok yo aneh-aneh wae…” Saya menelponnya, “Dancuki awakmu.” Giliran Iman, yang kini terkekeh.

Inilah tulisan Iman itu, siapa tahu ada yang bersedia menjadi relawan untuk mencegah babi-babi itu stress:

Sebuah data menggegerkan ditemukan tercecer di jalanan Washington DC, Amerika Serikat. Di amplop coklat berukuran besar itu tertulis “TOP SECRET”. Memang, semua yang ada di dalam amplop itu tergolong sangat rahasia. Terutama hasil penelitian atas beberapa penyakit misterius yang meneror dunia belakangan ini. Yang paling mutakhir adalah penelitian asal muasal flu babi, yang belakangan ditemukan di Mexico dan Amerika.

Sebuah sumber mengatakan, berdasarkan surat itu, asal muasal virus flu babi sama dengan penyakit sapi gila yang kondang beberapa waktu lalu. Semua berasal dari peternakan sapi dan babi yang khusus diambil air susunya.

“Semua berasal dari sapi dan babi yang diambil susunya,” tulis laporan itu.

Semua sapi dan babi yang sering diambil susunya, merasa stress, gila dan sakit (flu). “Bagaimana tidak gila, setiap pagi, sapi dan babi itu dipegang bagian ‘itu’nya untuk diperah susunya. Setelah susu keluar, tidak ada ‘eksekusi’ lanjutan,” tulis laporan itu.
Manusia pun, bila diperlakukan sama, akan stress, gila dan mungkin kena flu.

*jangan percaya artikel ini.

Iklan