Indonesian_president_says_he_believes_in_witchcraft_-_The_Washington_Post_-_2014-01-23_10.02.56Harian terkemuka The Washington Post, kemarin memuat berita tentang Presiden SBY yang percaya pada sihir. Itu, berita yang dicomot dari isi buku terbaru Pak SBY “Selalu ada pilihan” yang diluncurkan Jumat malam pekan silam.

oleh Rusdi Mathari
Isinya, cerita Pak SBY tentang asap hitam nan tebal yang berputar-putar di salah satu ruangan rumahnya di Cikeas. Asap hitam itu keluar rumah Pak SBY, setelah Pak SBY membaca doa penolak bala dan kejahatan. Kejadian itu dia gambarkan mirip cerita di film-film horor.

Membaca berita itu, saya teringat dengan kisah George Bush, eks presiden Amerika Serikat yang pernah bercerita tentang hantu yang bergentayangan di Gedung Putih; seperti yang diceritakan di buku “Dead Certain: The Presidency of George W. Bush”.  Satu malam usai berolahraga, Pak Bush menuju ke lantai dua Gedung Putih. Saat mendekati tempat tidur Abraham Lincoln, dia terkejut karena melihat hantu yang menembus dinding ruangan.

Lincoln adalah presiden Amerika yang [dianggap] menentang perbudakan kulit hitam kendati dia memelihara banyak budak kulit hitam. Cerita tentangnya menjadi hantu, konon dipercaya oleh sebagian khalayak Amerika, termasuk oleh Pak Bush.

Namun Pak SBY dan Pak Bush, tentulah bukan dua tokoh yang memonopoli dan  percaya pada sihir, hantu, ramalan, dukun atau hal-hal sejenis itu. Sewaktu menjabat presiden Amerika, Ronald Reagan  juga percaya pada hal-hal yang berbau klenik.

Suatu hari di tahun 1987, Pak Reagan berencana pergi ke Bitberg, Jerman. Di sana dia akan meletakkan karangan bunga di pekuburan tentara Jerman yang tewas di Perang Dunia II. Acara dijadwalkan berlangsung pagi-pagi sekali, tapi kemudian diubah oleh protokol Gedung Putih menjadi menjelang tengah hari. Kenapa?

Rupanya, sebelum acara, Nyonya Reagan mendatangi Joan Quigley, astrolog terkenal Amerika. Dia meminta Quigley memeriksa jadwal presiden yang sudah direncanakan dan pengaruh buruknya terhadap suaminya. Quigley lalu menyarankan agar jadwal acara Pak Reagan di Bitberg diubah waktunya karena berdasarkan horoskop, pagi-pagi bukanlah waktu tepat bagi Pak Reagan memulai acara di Bitberg; bahkan bisa berakibat buruk. Nyoya Reagan [Nancy] percaya dan mengikuti saran Quigley, dan jadilah acara Pak Reagan di Bitberg ditunda hingga siang. Penundaan itu menjadi kontroversial terutama di kalangan wartawan, tapi tak ada yang tahu tentang rekomendasi Quigley kepada Bu Reagan.

Hitler, penguasa Jerman di masa lalu, pernah dikabarkan pula memelihara sejumlah dukun dan tukang ramal yang berperan memberi pertimbangan-pertimbangan klenik. Pak Sukarno dan Pak Soeharto [keduanya eks presiden RI] juga memiliki dukun-dukun kepercayaan.

Tak penting ditanya, mengapa para tokoh itu percaya dengan sihir, dukun, ramalan dan sebagainya itu; tapi dari semua kisah tentang hal-hal ajaib yang melingkupi mereka, setahu saya, tak seorang pun pernah menulis [sendiri] pengalamannya kecuali Pak SBY. Kisah Pak Bush tentang hantu di Gedung Putih ditulis oleh Robert Draper. Cerita Pak Reagan yang percaya pada ramalan bintang, ditulis oleh peramalnya: Quigley di buku “What does Joan say”. Permadi SH, yang menyatakan bahwa Pak Karno dan Pak Harto punya dukun.

Maka untuk soal sihir-menyihir, perdukunan, ramalan dan hal-hal semacam itu, Pak SBY harus dianggap lebih maju dari para mantan presiden yang lain. Setidaknya, dia [mengaku] bisa menulis sendiri semua pengalamannya menjadi satu buku termasuk pengalaman mengenali sihir di rumahnya dan doa penolak balanya; yang kemarin dimuat oleh The Washington Post.

Iklan