5.0.2Dulu, sewaktu menjadi menteri, Hayono Isman bilang, semakin banyak lapangan golf, semakin sejahtera rakyat. Sekarang, Menteri ESDM, Sudirman Said bilang, harga bahan bakar minyak yang murah menyebabkan masyarakat malas.

oleh Rusdi Mathari
Baru beberapa bulan dilantik sebagai menteri [Kabinet Pembangunan VI, 1993-1998], Hayono Isman sudah membuat kontroversi. Sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, saat itu dia menyatakan pembangunan lapangan golf menunjukkan tingkat kesejahteraan rakyat. ”Semakin banyak lapangan golf semakin meningkat pula kesejahteraan masyarakat.”

Saat diangkat menjadi menteri oleh Soeharto, usia Hayono baru 38 tahun. Masih cukup muda. Cocok dengan jabatannya. Tapi pernyataannya tentang golf dan kesejahteraan itu, telah menimbulkan reaksi dan protes.

Dari Senayan, anggota DPR mengkritik Hayono sebagai menteri yang tidak sensitif. Beberapa kelompok pemuda berunjuk rasa di depan kantor Hayono di Senayan, antara lain dengan membawa poster bertuliskan “Pernyataan Tuan Hayono Menyakitkan.” Dalam tajuknya, beberapa media menyorot tajam komentar Hayono.

Saat itu, golf dan pembangunan lapangannya tengah menjadi sorotan dan banyak diprotes. Di buku “Merampas tanah rakyat: kasus Tapos dan Cimacan” disebutkan, sampai Hayono menjadi menteri, sudah ada 90 lapangan golf yang dibangun, dan 20 lapangan sedang menyusul pembangunannya. Salah satunya adalah lapangan golf yang dibangun di Kawasan Puncak, Jawa Barat yang pembangunannya dibela oleh Menteri Dalam Negeri [waktu itu] Yogie S. Memet. Kata Yogie, tidak ada yang keliru dengan lapangan golf itu. Pembangunannya harus jalan terus. Tidak perlu ditinjau kembali.

Yogie belakangan “meralat” pernyataannya setelah [seperti biasanya pada zaman itu] Istana ikut campur tangan. Melalui Sesdalopbang Solihin G.P. [yang beberapa waktu lalu hadir di Istana mendampingi pelantikan Susi Pudjiastuti sebagai menteri Kabinet Kerja], Soeharto memerintahkan untuk menyetop pembangunan lapangan golf di Puncak karena dinilai berada di kawasan pelindung dan penyangga. Yogie menyalahkan wartawan yang ditudingnya telah salah mengutip. Pernyataan Soeharto mengakhiri kontroversi golf dan pembangunan lapangannya, termasuk menutup protes untuk pernyataan Hayono yang memalukan.

Golf adalah olahraga eksklusif, mahal dan hanya dinikmati kalangan berduit. Mungkin hingga sekarang. Dan Soeharto dikenal sebagai salah seorang penggila olahraga ini. Hampir setiap tamu negara yang punya hobi yang sama, dipastikan akan selalu diajak oleh Soeharto untuk bermain golf. Hayono dan Yogie niscaya tahu hobi Soeharto, dan sebagai menteri baru, mereka mungkin sedang berusaha mengambil hati atau mencari muka pada bosnya dengan “mendukung” segala hal yang berbau golf, meskipun kemudian justru menjadi masalah.

Lalu, hari ini, kita bisa membaca pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said tentang penaikan harga BBM. Kata dia, harga bahan bakar minyak yang murah menyebabkan masyarakat malas dan enggan keluar dari zona nyaman.

Malas? Zona nyaman?

Sayang, Sudirman tak melanjutkan penjelasannya dan wartawan yang meminta penjelasannya juga tidak terus bertanya. Misalnya: apakah kalau harga BBM dinaikkan dipastikan akan menyebabkan masyarakat rajin, semakin sejahtera lalu kemudian bermain golf, seperti dulu pernah dinyatakan oleh Hayono ketika menjadi menteri olahraga?

 

Iklan